Posted on Leave a comment

Bolu Kukus Kenapa Seheboh inih?

Sekitar jam 9 pagi 08/05 melintas di Jl. Jendral Sudirman Seberang Bank Mandiri tepatnya Ruko No. 4 puluhan orang berjejer antri masuk ke salah satu ruko itu, terlihat penitia begitu sibuk mengarahkan para pengunjung untuk selalu menjaga jarak juga mewajibkan cuci tangan sebelum masuk, eh tapi keran air nya keren loh touchless tanpa sentuh air lansung mengalir, keren yaa (maaf norak baru liat keran air kaya gitu).

Akhirnya tergoda untuk ikut antri, dan beruntung di hari perdana opening Store Resmi SBK Sukabumi ini untuk 500 pembeli pertama bisa mendapatkan PROMO Beli 1 Dapat 3,

hiik belum apa-apa dah dapat no antrian 64 ..

Makin penasaran dengan begitu antusiasnya masyarakat Kota Sukabumi dengan Siliwangi Bolu Kukus (SBK) sampai segitunya antri demi sebuah Bolu Kukus, ga ada kerjaan gtu bu-ibu sampai rela panas-panasaan antri bulan puasa lagi, demikian fikir saya, fikiran ini harus di simpan sampai buka nanti, jawaban akhir nanti setelah jam buka, selanjutnya mari kita berfikir positif karena ini bulan ramadhan, ingat “jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini”  begitu kata Aa.

Setelah cuci tangan, cek suhu, dan memastikan diri pakai masker akhirnya masuk lah ke ruangan yg sebenarnya cukup luas tp mendadak jadi sempit karena banyak nya orang yg ingin mendapatkan bolu kukus ini.

bingung kan milih nya.. ?

Etalase pertama langsung mata tertuju ke Bolu Kukus Rasa Jeruk Garut, aneh saja knapa bolu yg biasanya rasa cokelat, keju tp ini rasa buah2an, ambil ini, ambil itu & cekout di kasir, karena dadakan lupa ga bawa uang cash beruntung mereka menyediakan berbagai macam metode pembayaran termasuk metode pembayaran baru yaitu QRIS atau Quick Response Code Indonesian Standard  yaitu pembayaan dengan menggunakan 1 QR Code yang bisa menerima semua bank dan wallet, seperti shopee, dana, ovo, BCA, MAndiri, BJB dll.

Bayar, terus pulang solat dzuhur dan langsung tidur, selain tidurnya orang yg puasa itu  ibadah juga biar cepet magrib, sengaja Bolu kukus rasa jeruk garut ini di simpan di list buka urutan pertama karena penasaran dengan rasanya, dan benar saja baru di buka saja wangi jeruk nya begitu kuat dan menyegarkan, dan setelah di coba ternyata bolunya sangat lembut dan rasa jeruk nya membuat bolu ini terasa segar, cocok bagi anda yang memang sudah bosan dengan makanan manis seperti saya yg sebenarnya kurang suka dengan produk kue.

Dirumah istri saya hobi nya bikin kue, walaupun bukan untuk dijual tp semua kue2an buatan rumah selalu ada, ini yg membuat lidah saya jadi imun atau bosan melihat dan merasakan kue. Tapi produk Bolu rasa alternative ini cocok buat saya, mungkin nanti akan saya coba rasa Alpukat Mentega,Stroberi Ciwidey, Ubi Cilembu, Ketan Kelapa, Talas Bogor, Maaf rasa cokelat dan susu untuk sementara saya simpan di urutan terakhir dulu, mungkin nanti kalau rasa bosan saya dengan rasa susu,  cokelat sudah surut akan saya coba deh.

Bagi yang penasaran dan hobi ngejar promo infonya 9-11 Mei 2021 berlaku pembelian 2 Box Bolu Klasik maka mendapat gratis 1 Box Bolu Asih ukuran S, berlaku untuk 100 pembeli pertama.

Informasi lebih lanjut : Call Center di nomor 1500-556 atau chat center melalui WhatsApp/Telegram : 0811-8250-044 | LINE Official : @siliwangibolukukus | Aplikasi Siliwangi Bolu Kukus yang tersedia di Android (Google Play), iOS (AppStore), dan Windows (Windows

ads

Posted on 3 Comments

Festival Budaya Cap Go Meh Sukabumi 2020, Gambaran Harmonis nya Kota Sukabumi

 

Festival ini di laksanakan pada tanggal 13-14 Februari 2020, puncak festival dihadiri oleh Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Sekertaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada dan unsur Forkopimda lainnya serta tokoh masyarakat.

Festival ini dimeriahkan oleh berbagai macam atraksi lintas budaya, seperti Barongsay, liong,  lengser, marchingband, calung dll.

Rute Pawai capgomeh melewati  jalan Pelabuhan II, Jalan Harun Kabir, Jalan Ahmad Yani kembali ke Odeon melalui Jalan Sudirman, Nyomplong dan Pejagalan.

Di lokasi juga terdapat berbagai macam stand kuliner halal dan non halal, setiap stand yang menjual makanan non halal memberikan informasi tentang makanan yang dijualnya demi menghargai mayoritas warga kota sukabumi yang muslim.

 

Posted on

Pantai Citepus Sepi??

biasanya pantai citepus palabuhan ratu selalu ramai dikunjungi wisatawan, semenjak Tsunami selat Sunda kunjungan wisatawan ke Pelabuhan Ratu menurun drastis, apalagi di sosial media banyak hoax yang beredar tentang adanya tsunami di pantai selatan jawa ini.

sengaja saya berkunjung bersama istri ke pelabuhan ratu untuk membuktikan issue itu tidak benar.

perjalanan di mulai melewati Jalur Cikidang sambil melihat lokasi pemasangan Roller Barrier yang di pasang Pemrov Jabar di lokasi kecelakaan Cikidang beberapa waktu lalu.

Peasangan Roller Barier oleh Pemrov Jabar di Cikidang

Perjalanan di lanjutkan langsung menuju Puncak Habibie, Puncak ini terletak di perbatasan antara Jawa Barat dan Banten, untuk menuju lokasi ini mudah, hanya tinggal mengikuti jalan raya dari pelabuhan ratu menuju cisolok – Cibangban – Puncak habibi dan jalan terus berlanjut menuju Sawarna – bayah dst…

Puncak Habibie dan deretan Rumah makan sebagai rest area dan bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan Teluk Palabuhan ratu.
Foto diambil menggunakan Drone DJI Spark.

Perjalanan di lanjutkan ke Pantai Citepus setelah parkir tenyata pantai sangat sepi pengunjung, padahal menurut tukang parkir yaang saya temui biasanya 2 minggu sebelum tahun baru pantai ini selalu ramai, tidak ada tempat kosong tersisa bagi pengunjung.

di video yang saya sertakan terlihat pantai kosong, hanya beberapa orang pengunjung dan lebih banyak pedagang yg terlihat.

semoga pantai pengunjung bisa kembali mengunjungi pantai dan perekonomian masyarakat sekitar pantai kembali berkeliat.

Posted on

A new home: helping Indonesia’s neglected people

A new home: helping Indonesia’s neglected people

Tired of seeing how people with mental disabilities are treated in Indonesia, Denny opened a shelter to help those who have been abandoned by society.

“Lelah melihat perlakuan orang dengan gangguan jiwa di Indonesia, Denny membuka penampungan untuk menampung mereka yang di telantarkan oleh masayarakat.”

Begitulah judul yang diberikan zoomin.tv untuk cerita ini, sepanjang proses pengambilan gambar tak henti haru menyelimuti, kadang tak sadar airmatapun menetes, melihat begitu iklash nya pendiri dan pengurus panti ini merawat pada ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) ini, tak terlihat sedikitpun tindakan kasar atau cuma sekedar makian yang terlontar kepada mereka.  karena Kasih sayang lah yang menjadi resep penyembuhkan mereka menurut Deni Solang sang pendiri.

Ketika saya harus melihat proses perawatan luka seorang ODGJ yang sudah tua Lumpuh kotor dan juga bau, seorang perawat profesional yang mendedikasikan untuk membantu panti ini pun terlihat iklash merawatnya dan tanpa bayaran, Tak sedikitpun terlihat jijik dalam proses perawatannya.

Seorang perawat sedang merawat luka dari seorang ODGJ yg tua dan lumpuh

Beruntung bagi saya dapat mengambil momment ini, karena malam hari setelah saya sampai rumah sekitar jam 8 malam saya dapat kabar bahwa odgj ini meninggal dunia dengan tersenyum, sungguh luar biasa, tempat yg setidak nya lebih layak dari pada harus ditemukan di jalanan.

Yang menjadi sorotan saya pribadi adalah peran sang istri dari Denni Solang yaitu Leni Sopendy, bagaimana tidak dia harus merelakan uang bulanan bahkan mobil pribadinya untuk keperluan panti ini, dengan jumlah 60 orang penghuni panti dan Rp. 15.000 / hari  untuk makan minum saja itu membutuhkan 20 jt perbulan belum biaya operasional lainnya..  dalam wawancara yang tidak di publikasikan zoomin tv, Ibu lenny bercerita sebelum ada panti hobinya shoping dan jalan2, sekarang untuk jalan2pun sayang biayanya,  karena makan penghuni panti lebih utama.. bgtu katanya, sungguh luar biasa ya mereka.

Deni Solang bersama Keluarga

Panti Welas Asih Pelabuhan Ratu yang sederhana.

untuk donasi dapat menghubungi : https://www.facebook.com/dennysolang67

Sumber video : http://zoomin.tv/video/#!l/eng_uk/latestvideos/809703